Jumat, 23 Mei 2014

Florsheim Info : Fibro's Team League 2014 Tournament Report


Sekilas untuk perkenalan, Nyan Mansion, berasal dari dua kata, yaitu "Nyan" dan "Mansion". Nyan adalah sekumpulan entitas yang sering spawn secara random di Top Deck (nama toko hobi) dan menghilang dengan cara yang tidak wajar. Biasanya, ketika ada team tournament, mereka akan berkumpul dan membentuk sebuah tim yang memiliki nama "Nyan", contohnya "Revenge of the Nyan", "Nyan~", dan "Nyan Mansion". Sejauh ini, ada 5 orang yang memiliki titel Nyan, yaitu Nyan-B (saya sendiri), Nyan-T (Yanto), Nyan-L (Arlan), Nyan-D (Gendra), dan Nyan-K (Raka). Sedangkan Mansion diambil dari nama kost tempat tinggal Raka, yaitu D'Mansion Nine yang dipercaya sangat angker karena ketika menginap di sana, besoknya ikutan turni langsung bocuan.
Nyan Cat, inspirasi nama Nyan
Ketika registrasi, kami mendapatkan nomor peserta 57. Karena saya yang bertugas mendaftarkan tim, tadinya saya berinisiatif menuliskan nama tim kami "Bambu Mansion". Akan tetapi, karena track record nama "Nyan" bagus ketika mengikuti team turni, saya mengurungkan niat dan tetap menuliskan nama tim "Nyan Mansion". Dengan nama tersebut, kami menaruh harapan besar untuk mendapatkan prestasi yang sama ketika mengikuti turnamen di local cardshop. Berkaca pada turnamen yang lalu, nomor 60 ke atas diharuskan mengikuti round 0, untuk menentukan 80 peserta yang berhak lolos ke sistem double elimination. Padahal tadinya kami sudah optimis tidak mengikuti round 0, tapi ternyata tidak. Yang mengikuti round 0 adalah peserta nomor 50 ke atas. Daaan, akhirnya tim kami pun harus mengikuti round 0.



Single Elimination

Round 0

Beruntung round 0 kami bertemu dengan tim yang hanya terdiri dari 2 orang. Beruntungnya lagi, yang dapat autowin itu saya \:v/. Pertandingan sengit terjadi di meja 2, mirror match antara CBD melawan CBD. Yanto berhasil menyudahi perlawanan lawan dengan breakride Nebula di atas IZD. Dengan bagini, kami sudah mendapatkan 2 kemenangan yang berarti berhasil lolos ke babak selanjutnya. Sayangnya, kemenangan Yanto tidak bisa diikuti Raka. Pas ditanya, katanya dia sempat stuck di grade 2.

1. Raka (Luquier R) vs ??? (Cocytus R) lose
2. Yanto (CBD) vs ??? (CBD) win
3. Fibro (Ramiel R) autowin
Result: Win (2-1)

Double Elimination

Round 1

Lagi-lagi kami harus bertemu dengan tim invader. Pas lihat starter lawan, Micro Hole Dracokid, okey dia maen Schwaszchild Dragon. Saat ride phase di grade 3, dia ngeride Nebula. Lho? Kirain main Schwarzchild. Pas twin drive dia ngereveal CBD. Drive check berikutnya ada CBD lagi. Sama sekali tidak ditemukan Schwarzchild saat drive check maupun damage check. Mungkin belum kereveal saja. Pertandingan berakhir dengan kemenangan saya setelah sebelumnya Yanto sudah memenangkan pertandingan terlebih dahulu. Tak lama kemudian, Raka pun memantapkan kemenangan menjadi 3-0.

1. Raka (Luquier R) vs ??? (Luquier R) win
2. Yanto (CBD) vs ??? (Eradicator) win
3. Fibro (Ramiel R) vs ??? (Nebula) win
Result: Win (3-0)


Round 2
Round ini merupakan cambukan bagi kami bertiga agar lebih berhati-hati di round berikutnya. Saya mendapat kesempatan melawan deck DDD-DOtE. Lawan ride grade 1 nyerang critical. Lawan ride grade 2 nyerang critical. Damage saya sudah 5. Lawan ride grade 3 nyerang twin drive draw draw. Okeeeey, jadi seperti ini rasanya melawan Buddha. Turn berikutnya lawan berhasil membuat saya harus menerima damage keenam. Di pertandingan lain, Raka juga menderita kekalahan setelah menerima subete double trigger. Untungnya, Yanto berhasil menyelamatkan wajah tim sehingga tidak jadi kalah 0-3.
1. Raka (Luquier R) vs ??? (RFD) lose
2. Yanto (CBD) vs ??? (Ezel) win
3. Fibro (Ramiel R) vs ??? (DOtE) lose
Result: Lose (1-2)

Round 3

Dalam pertandingan ini, saya sedikit diuntungkan karena lawan gagal crossride sementara saya berhasil melakukan crossride di damage 3 dengan bantuan Gadriel. Sejak saat itu, perbedaan advantage mulai terasa ketika lawan hanya bisa menurunkan 2 RG karena setiap turn dan setiap berpindah ke turn berikutnya, kedua RG-nya selalu diseret ke damage zone. Pertandingan berakhir ketika lawan memutuskan untuk no guard di damage 4 dan kebetulan saya mendapatkan critical saat twin drive. Yanto dan Raka ternyata telah menyelesaikan pertandingan terlebih dahulu sehingga skornya menjadi 3-0.

1. Raka (Luquier R) vs ??? (DOtE) win
2. Yanto (CBD) vs ??? (Eradicator) win
3. Fibro (Ramiel R) vs ??? (Ethic Extreme) win
Result: Win (3-0)

Round 4

Pada round ini, kami diberi kesempatan melawan tim dari Palangkaraya. Ada yang menarik dari tim ini karena hadirnya cardfighter berumur 9 tahun. Gile, jago amat tim ini bisa sampai babak keempat. Saat pertandingan, lawan gagal chainride walaupun masih sempat ride Timber. At least Sephirot jadi punya base power 11k lah. Ternyata pas ride phase grade 3 dia malah ngeride Maiden of Trailing Rose. Saya lihat di damage zone sudah ada 3 Sephirot yang masuk. Berarti memang di hand tidak ada Sephirot. Oleh karena kurangnya advantage yang didapat lawan, pertandingan dimenangkan oleh saya. Saya lihat ke kiri, lawan masih grade 2, sepertinya lawan Yanto sedang misgrade. Di meja ujung, Raka mengalami kekalahan karena menerima power 31k dua kali serangan.

1. Raka (Luquier R) vs ??? (Seal Dragon) lose
2. Yanto (CBD) vs ??? (Liberator) win
3. Fibro (Ramiel R) vs ??? (Sephirot) win
Result: Win (2-1)

Round 5

Bisa dibilang ini pertandingan paling mujur dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Lawan Raka misgrade di grade 0, sedangkan lawan saya misgrade di grade 1. Pertandingan pun dimenangkan kami berdua. Sedangkan Yanto mengalami kesulitan melawan Metatron setelah beberapa kali lawan mendapatkan heal, kira-kira 6 kali kalau ga salah, yang akhirnya pertandingan dimenangkan oleh lawan.

1. Raka (Luquier R) vs Andrew (Nubatama) win
2. Yanto (CBD) vs Felix (Metatron) lose
3. Fibro (Ramiel R) vs ??? (Eradicator) win
Result: Win (2-1)

Round 6

Pada round ini lawan bisa dibilang melakukan misplay karena tidak meretire Gadriel menggunakan Linchu. Akhirnya Linchunya pun digunakan sebagai cost Cho-ou untuk meretire Raguel. Setelah pertandingan yang alot, akhirnya saya berhasil memenangkan pertandingan. Di meja lain, lawan Raka mengalami stuck di Bad End Dragger karena tidak kunjung mendapatkan G3 lain. Sekalinya dapat, itupun BED yang lain jadi dia call di RG, tidak diride karena jika diride akan ngeminus field. Lawan pun akhirnya mendapatkan Dudley Emperor, namun sudah terlambat karena raka sudah memimpin pertandingan yang akhirnya ia menangkan. Yanto mengalami pertandingan sulit di meja kedua. Berkali-kali dia harus kewalahan menghadapi ultimate break dari Glory Maelstorm. Setelah dia berhasil membendung semua serangan UB sampai CB lawan terpakai semua, dia pun akhirnya memenangkan pertandingan.

1. Raka (Luquier R) vs ??? (Spike Brother) win
2. Yanto (CBD) vs ??? (Aqua Force) win
3. Fibro (Ramiel R) vs ??? (Eradicator) win
Result: Win (3-0)

Prophecy Celestial, Ramiel

Best of Three

Quarter Final

Pertandingan pertama di babak ini, saya sempat berhati-hati setelah melihat lawan meride Vowing Sword, untuk mengantisipasi dia breakride Descendant. Di hand sudah ada 1 Aniel, di damage ada 1 lagi sementara field sudah penuh. Akhirnya saya gunakan Gadriel, masuk soul, turun Narelle untuk ambil Aniel dari damage zone. Saat lawan breakride Descendant saya sudah memiliki 2 Aniel di hand. Setelah lawan breakride rasanya sudah aman. Berkali-kali lempar ceban no pass, restand, lempar ceban lagi no pass karena VG sudah 13k. Pertandingan pertama pun saya menangkan.

Pada pertandingan kedua, sebenarnya saya sempat misgrade di grade 3. Beruntung lawan mau ngerush sehingga saya memiliki 2 damage saat grade 2. Langsung saya turunkan Sariel, cari Ramiel, taruh ke damage zone, turun Narelle untuk ambil Ramiel. Gadaji misgrade deh. Saya sempat berhati-hati karena melihat lawan ride GBD, kalau memberikan lawan LB4 duluan, saya akan ditahan di damage 3. Seperti biasa, strategi melawan VG yang gaboleh dikasih hit saat LB4 adalah kamu harus LB4 duluan sebelum lawan LB4 dan berharap ga dapet heal saat twin drive. Akhirnya, yang biasanya saya menggunakan Gadriel pun saat itu tidak menggunakannya. Strategi itupun berhasil, saya breakride duluan sebelum lawan LB4. Lawan sempat menggunakan skill GBD, CB2, retire 1. Untuk berhati-hati agar tidak kena subete VG, saya lempar null. Pertandingan semakin santai ketika lawan meride Descendant (padahal kalau VG dia masih GBD, gw malah was-was). Pertandingan kedua saya menangkan. Tak lama kemudian, Yanto pun memenangkan pertandinga. Sedangkan Raka menghentikan pertandingan saat kedudukan dia masih 1-1 karena hasil keseluruhan pertandingan tim sudah 2-0.

1. Raka (Luquier R) vs William (RFD) draw (1-1)
2. Yanto (CBD) vs ??? (Spectral Duke) win (2-1)
3. Fibro (Ramiel R) vs Auriel (Eradicator) win (2-0)
Result: Win (2-0)

Semi Final

Kena kutukan apa hari ini bisa melawan 4 Narukami berturut-turut. Kurang lebih sama lah seperti pertandingan-pertandingan melawan Narukami sebelumnya. Bedanya, kalau pertandingan sebelumnya lawan ride Vowing/GBD saat ride phase ketiga, pada pertandingan ini lawan meride Descendant baik di pertandingan 1 maupun 2. Jadi bingung mau nulis apa kan, yang jelas isi pertandingannya sama lah kayak sebelum-sebelumnya, lawan Narukami juga. Yang menarik dari pertandingan ini ya Raka menyelesaikan pertandingan paling duluan, karena sebelum-sebelumnya dia selalu selesai paling akhir.

1. Raka (Luquier R) vs Riky (DOtE) win (2-0)
2. Yanto (CBD) vs Dennis (Liberator) win (2-1)
3. Fibro (Ramiel R) vs Oki (Eradicator) win (2-0)
Result: Win (3-0)

Final

Pertandingan paling mengesalkan karena saya harus melakukan mirror match. Isi pertandingannya bisa ketebak lah seperti apa, setiap turn selalu nembakin Ramiel R dari damage zone. Yang menarik dari pertandingan ini adalah, walaupun ada 2 orang menggunakan deck yang sama, tetapi playstylenya berbeda. Saya fokus ke skill retire Ramiel, sedangkan lawan fokus ke powerline (berkali-kali dia hanya menggunakan skill Ramiel sekali). Perbedaan kedua, setiap lawan menggunakan skill Ramiel, dia selalu mentarget unit-unit defensive untuk ditaruh dari damage zone ke drop zone, contohnya Aniel dan critical trigger saya jadi korban saat itu. Sedangkan saya selalu mentarget toolbox lawan untuk dihilangkan dari damage zone, contohnya Nociel, Narelle, Sariel. Well, oleh karena banyaknya pemain Ramiel R di Bandung, saya sudah sering dibuli (mirror match) sama mereka, terutama sama teteh Eri.

Balik ke pertandingan (ini kayaknya bakal panjang deh). Ketika ride phase lawan ketiga, saya sempat dikagetkan karena lawan menggunakan skill Gadriel. Dia ride Ramiel R, dan langsung menggunakan skill LB4-nya (saya masih grade 2) sehingga memaksa Gadriel saya masuk damage zone. Sisi positifnya ya dia gagal crossride. Saya berhasil meride Ramiel saat itu. Saya turunkan Narelle, ambil Gadriel dari damage zone, kemudian call Gadriel kembali ke field (mungkin ini sebabnya dia mengira saya bawa 2 Gadriel, padahal itu dari damage zone). Karena tidak mau lawan LB4 lagi, saya serang RG lawan menggunakan Ramiel, serang RG satunya menggunakan RG kiri. Sisa RG kanan yang belum menyerang, langsung end (tadinya berniat nyerang RG kalau serangan sebelumnya diguard), damage lawan masih 3. Turn berikutnya, saya crossride, dan perbedaan 11k-13k mulai terasa. Ditambah lagi dia kehabisan toolbox sehingga tidak bisa memasukkan Ramiel R ke damage zone, padahal saya tahu di deck masih tersisa 1. Pertandingan pertama saya menangkan.

Pertandingan kedua lebih seru daripada pertandingan pertama, karena kedua pemain sama-sama berhasil crossride. Saya menjadi orang pertama yang melakukan crossride terlebih dahulu. Saat damage 3, saya gunakan skill Gadriel untuk menambah damage dan lakukan breakride. Saya cari Ramiel R menggunakan Sariel, turun semua unit, lock 4. Sayangnya, saya gagal membuat Gadriel dia masuk ke damage zone karena jumlah RG dia saat itu lebih dari 2. Setelah battle phase selesai, saya harus mengembalikan 1 damage ke deck dong, apa coba yang saya kembalikan? Trigger? Bukan, yang saya kembalikan adalah Ramiel R sehingga di damage zone saya sudah tidak ada lagi unit tersebut. Turn lawan, dia menggunakan skill Gadriel dan melakukan crossbreakride. Saat twin drive, dia mendapatkan Ramiel R saudara-saudara (waduh gawat), saya merasa harus menjaga toolbox di hand sebaik mungkin agar tidak kehabisa Ramiel R. Tadinya saya sempat khawatir dia akan mengembalikan Ramiel R dari damage zone ke deck saat end phase, ternyata tidak. Saya beruntung dia mengembalikan draw trigger (kalau ga salah) dari damage zone ke deck.

Turn saya berikutnya, saya memiliki 1 Ramiel R, 1 Narelle, 1 Sariel di hand, dan 2 Ramiel R di deck. Kalau dikasih pilihan antara menaruh Ramiel R dari hand menggunakan Narelle atau menaruh Ramiel R dari deck menggunakan Sariel pilih mana coba? Waktu itu saya memilih menggunakan Sariel, karena kartu yang ada di deck masih bisa naik ke hand, sedangkan kartu yang sudah ada di hand tidak bisa dikembalikan lagi di deck. Simpelnya, mumpung masih ada di deck, mending cari aja pake Sariel, karena kalau sudah naik ke hand akan lebih susah lagi naruh ke damage zonenya. Itung-itung ngethinning 1 kartu lah. Ramiel R lawan saya singkirkan dari damage zone. VG menyerang, karena damage masih 3 pasti no guard dong, ternyata satu-satunya Ramiel R yang tersisa dari deck masuk saat damage check (wawawa), RG nyerang, karena damage 4 dan crit hanya 1, maka di no guard juga.

Sebenarnya dari sini, saya sudah berada dalam kondisi unggul, karena jika dilanjutkan lawan duluan yang akan kehabisan Ramiel R. Turn lawan, dia hanya menurunkan 1 RG front row (kondisi field 2 RG front dan 1 RG back, VG tanpa booster). Saya kira dia bakal pake skill Ramiel R, ternyata tidak, dia langsung menyerang (padahal harusnya pake aja sekali buat menyingkirkan Ramiel R saya dari damage zone). Turn saya berikutnya, saya kembali menyingkirkan Ramiel R dari damage zone lawan, yang berarti Ramiel R lawan tinggal 1, yaitu di hand. Turn lawan, saya mengira dia akan menurunkan Narelle untuk menaruh Ramiel R dari hand, tapi ternyata tidak. Dia menurunkan satu-satunya Ramiel R yang tersisa ke field. Antara senang atau sedih sebenarnya. Senang karena Ramiel R lawan habis dan sedih karena cuman bisa aktifin skill Ramiel R sekali, karena kalau dua kali, dia akan menaruh Ramiel R di field ke damage zone. Pertandingan pun selesai setelah lawan mengalami deck out dan diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari orang-orang yang menonton pertandingan tersebut.

1. Raka (Luquier R) vs Syainaldi (Ethic R) win (2-1)
2. Yanto (CBD) vs Fajar (CBD) win (2-1)
3. Fibro (Ramiel R) vs Majid (Ramiel R) win (2-0)
Result: Win (3-0)

Decklist:
Celestial Reverse Vandy's Style

G3:
4x Cleanup Celestial, Ramiel "Reverse"
4x Prophecy Celestial, Ramiel

G2:
4x Wild Shot Celestial, Raguel
4x Candle Celestial, Sariel
4x Emergency Celestial, Danielle

G1:
4x Adamantine Celestial, Aniel
4x Nursing Celestial, Narelle
3x Battle Cupid, Nociel
2x Marking Celestial, Arabaki

G0:
4x Hot Shot Celestial, Samyaza (critical)
4x Celestial, Landing Pegasus (draw)
4x Recovery Celestial, Ramuel (heal)
3x Critical Hit Angel (critical)
1x Fever Therapy Nurse (draw)
1x Puncture Celestial, Gadriel

Cleanup Celestial, Ramiel "Reverse"
Salam,
Bambu Brotherhood Medic Division

Fibro Reverse

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More