Senin, 16 Juli 2012

Florsheim Tips : Attack Vanguard or Rear-Guard?



"Pusogto aka Peter adalah seorang Cardfighter yang menyukai deck-deck konsisten serta kompetitif. Kali ini ia akan memberikan pendapatnya mengenai sebuah hal yang sering sekali menjadi dilema dari para Cardfighter, yaitu siapa yang perlu diserang. Tidak perlu menunggu lebih lama, mari kita simak saja!"

Keputusan nabok Vanguard atau Rearguard tidak bisa dianggap enteng. Banyak pemain yang kalah akibat salah memilih sasaran tabokan, terutama bagi para newbie. Jadi lebih baik menyerang Vanguard atau Rearguard?

Sebenarnya jawaban dari pertanyaan di atas adalah 'tergantung situasi'. Meskipun begitu, jika ingin berteori, kita bisa mengatakan:

- Seranglah Vanguard jika mengincar damage advantage
- Seranglah Rearguard jika mengincar card advantage

Nah, sekarang langsung saja ke contoh kasus.

Kasus 1




Damage lawan 3, Vanguard lawan Blond Ezel. Rearguard lawan ada 2 Gigantic Crusher. Hand lawan 4. Kita mengontrol hanya 1 Rearguard penyerang. Dalam situasi seperti ini, kemungkinan besar kita tidak akan bisa membunuh lawan di turn ini, jadi habisi saja Gigantic Crushernya supaya dia tidak bisa menyerang tanpa mengurangi jumlah hand di turn berikutnya. Apalagi kalau di tangannya hanya berisi Trigger, dia akan terpaksa membuang Trigger demi mempertahankan Rearguardnya.

Hal ini juga mencegah Ezel mengaktifkan Limit Break-nya (yang bakal sangat berguna karena fieldnya kosong). Dengan menghabisi unit penyerangnya di turn ini, kita bisa menghabisi lawan di turn berikutnya saat kita sudah memiliki 2 Rearguard penyerang.

Kasus 2




Damage lawan 3, Vanguard lawan Battle Sister Mocha. Rearguard lawan adalah 2 Security Guardian. Kita memiliki Vanguard King of Knights, Alfred, dan Rearguard 2 Swordsman of Exploding Flame, Palomides.

Dalam kasus ini akan lebih baik jika memfokuskan serangan pada Vanguard lawan, karena Security Guardian memang berfungsi untuk menahan serangan, dan dibiarkan hidup pun Powernya terlalu rendah untuk menyerang. Jika lawan membuang hand untuk meng-guard, anggap bonus. Jika lawan melakukan Intercept dan serangannya ditahan, anggap saja kita menyerang Security Guardian.

Kasus 3




Damage kita 5, hand kita ada 1 Guard 10k dan 1 Omniguard. Vanguard kita adalah Top Idol Flores dan Rearguard kita Cross Shot, Garp dan Dragon Knight Nehalem. Vanguard lawan adalah Goku dan Rearguardnya 2 Dragon Knight Nehalem. Hand lawan kosong, Damage lawan kosong. Dalam keadaan seperti ini lebih baik untuk menghabisi Rearguard lawan, agar di giliran berikutnya dia hanya bisa menyerang dengan maksimal 2 Unit yang pasti bisa kita tangkis daripada memaksa Damage yang tidak mungkin mencapai 6 di turn ini.

Kurang lebih seperti itu contohnya. Selain itu, Rearguard lawan yang mengancam seperti Silent Tom atau Nightmare Doll Alice dapat merubah prioritas serangan karena kita pasti ingin menyingkirkan mereka secepat mungkin. Perubahan Power berkat Trigger di tengah Fight pun bisa mengubah target serangan.


Jadi walau kita dapat berteori mengejar Damage ataupun card advantage, pada kenyataannya kembali lagi pada situasi yang kita hadapi. Incarlah advantage sebisa mungkin, tetapi kalau minus berarti kemenangan, lupakan advantage dan maju!

Peter

1 komentar:

nice post , jd VG itu bs milih serangan ,
sya trlalu nuwbie VG ,
tp klo memang ruliing sperti itu , kondisi memang paling tpt untuk memutuskan pilihan ..
d tunggu post brikutnya^^

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More